Bagaimana Bisa Tumbuh Tinggi Diatas 20 Tahun

Tambah tinggi diatas 20 tahun, bisakah tinggi badan bertambah? Tinggi badan bisa menjadi masalah serius dan sensitif terutama bagi pria, itu karena “tuntutan” masyarakat mengenai sosok pria ideal adalah tinggi tegap. Untuk mendapat tinggi badan ideal, diperlukan tiga hal yang saling terkait dan menunjang, yakni faktor genetik, nutrisi dan aktivitas.

Willy mengeluhkan tinggi badannya yang hanya 155 cm, “Saya ini masuk kategori terpendek di antara teman-teman, saya sering diejek ‘Si Kate’ atau semampai, alias semester tak sampai” ujar mahasiswa ini. Diusianya yang 21 tahun, ia masih menyimpan sedikit asa untuk menambah tinggi badannya. “Saya tahu sudah terlambat, tapi saya ingin bertambah tinggi 10 cm lagi,” ucapnya. Mungkinkah tambah tinggi diatas 20 tahun?

tumbuh-tinggi

Dijelaskan oleh Dr.Andito Wibisono, Sp.Ot, ahli bedah tulang dari RS.Bintaro, tinggi badan dipengaruhi gen. “Kalau orang memiliki gen tinggi yang bagus, pasti akan tinggi. Gen ini didapat dari keturunan, contohnya orang Afrika umumnya kurus tinggi karena bangsa mereka memiliki gen tinggi yang bagus,” paparnya.

Dijelaskan oleh Dr.Andito Wibisono, Sp.Ot, ahli bedah tulang dari RS.Bintaro, tinggi badan dipengaruhi gen. “Kalau orang memiliki gen tinggi yang bagus, pasti akan tinggi. Gen ini didapat dari keturunan, contohnya orang Afrika umumnya kurus tinggi karena bangsa mereka memiliki gen tinggi yang bagus,” paparnya.

1. Dipengaruhi gen
Beberapa ahli menyatakan, semua orang masih berpeluang lebih tinggi jika memiliki kakek buyut dengan postur tinggi. Ini menjelaskan mengapa ada anak yang lebih tinggi ketimbang orangtuanya. Dalam kondisi ini ada semacam faktor keberuntungan gen. Jadi gen tinggi itu hanya “melangkahi” orangtua si anak, sedangkan si cucu mendapat warisan gen tinggi dari kakeknya.

2. Lempeng “epiphyseal”
Pusat pertumbuhan tinggi manusia, lanjut Dr.Andito, berada pada lempeng epiphyseal plate yang terletak di ujung tiap tulang panjang. Epiphyseal plate ini ada sejak manusia lahir dan menutup alias berhenti bekerja saat usia 26 tahun (wanita) dan 28 tahun (pria). “Maksimal usia 26-28 tahun. Jika lempeng ini sudah menutup, pertumbuhan tinggi turut berhenti,” ujarnya. Pertumbuhan tinggi seseorang bisa terganggu jika terjadi sesuatu pada lempeng epiphyseal. Cedera, trauma akibat kecelakaan, penyakit kanker tulang bisa merusak kerja lempengan ini. Lempeng ini tidak bekerja sendirian. “Hormon pertumbuhan dan banyak hormon lain turut menentukan kinerjanya,” katanya.

3. Untuk menunjang kerja hormon-hormon ini diperlukan gizi yang cukup. Menurut Dr.Andito, bangsa Jepang dulu dikenal pendek atau kate. Kini tinggi mereka sama dengan rata-rata orang Indonesia. “Hal itu karena ada perbaikan nutrisi dari generasi ke generasi,” sebutnya.

Untuk bertambah ke atas, tubuh memerlukan semua zat dan mineral yang ada dalam makanan. “Makanan empat sehat lima sempurna atau makanan seimbang sudah cukup. Jadi tidak hanya makan yang mengandung kalsium melulu. Nanti tulangnya kuat, tapi bagian lain tubuh kekurangan nutrisi penting,” katanya.

Tak ada ukuran baku
Kegiatan sehari-hari-juga berperan dalam urusan tinggi badan. Aktivitas yang dapat merangsang kerja lempeng epiphyseal, misalnya atletik, basket, berenang dan lompat tali. “Olahraga ini mesti dilakukan pada masa pertumbuhan. Jika dilakukan setelah masa pertumbuhan, ya sia-sia saja,” ujarnya.

Ketiga faktor tadi saling terkait. “Jika memiliki gen tinggi tapi tidak didukung nutrisi dan olahraga, bisa jadi pertumbuhannya mandek dan tidak optimal,” imbuhnya. Mengenai standar tinggi seseorang, menurut Dr Andito, tak ada ukuran baku. “Bagi orang Indonesia, tinggi badan 170 cm sudah dianggap cukup, meski bagi orang Eropa tergolong kurang tinggi. Jadi standardisasi tinggi badan tergantung masyarakat menilainya,” katanya.

Usia diatas 20 tahun bisakah tinggi badan bertambah? jawabannya adalah YA

eLeMeN adalah metode menambah tinggi badan yang sangat efektif, berproses dari luar dan dalam tubuh manusia. Dari luar tubuh dengan menggunakan Alat Terapi eLeMeN dilanjutkan dengan Senam Pilates dan dari dalam tubuh dirangsang dengan Susu Kedelai eLeMeN. Hasil yang didapat bersifat permanen karena pertambahan tinggi badan menggunakan eLeMeN adalah proses terapi alami yang bersifat konsisten dan terus menerus, menyesuaikan dengan pertumbuhan tulang manusia tanpa menimbulkan efek samping. Mencegah Bungkuk Udang, Lordosis, Kifosis dan Skoliosis yang disebabkan posisi salah ketika duduk dan tidur. Dengan melakukan terapi eLeMeN, tulang Anda akan menjadi lebih sehat, kuat dan mencegah dari kerapuhan tulang atau osteoporosis di kemudian hari.

pesan

Advertisements

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s